EISSN : NPM :E1i014019
Jurnal kelautan Vol 1 no
1:1-5
SEJARAH DAN
PERKEMBANGAN
ILMU KELAUTAN
OLEH
AGUNG HUTOMO PUTRA
DAN “ YARJOHAN “
EMAIL
:Agungunib@gmail.com
PRODI ILMU KELAUTAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU
ABSTRAK
Kajian mengenai
sejarah dan perkembangan ilmu pemetaan suatu gagasan atau perasaan dengan
menggunakan gambar, tulisan , peta dab grafik . teori pemetaan dapat diunkpan
dengan perasaan dalam bentuk gambar ,tulisan, peta dan grafik . pada tulisan
ini akan dijelaskan gambaran singkat urutan kejadian dalam rentang waktu
tertentu mengenai perkembagan pemetaan. Pemetaan pengetahuan digunakan untuk
keperluan manajemen teknologi, mencakup definisi program penelitian , keputusan
menyangkut aktivitas yang berkaitan dengan teknologi disain ,stuktur berbasis
pengetahuan serta pemrograman pendidikan dan pelatihan. Output dari kegiatan
pemetaan adalah gambar, tulisan , peta ,grafik yang mennunjukkan hubungan antar
dokumen pengetahuan
Kata-kata kunci : Sejarah
dan perkembangan , ilmu pemetaan , teori kegiatan pemetaan
A.
PENDAHULUAN
Sesuai
perkembangan survey dan pemetaan tanah nasional perkiraan luas lahan gambut
Indonesia telah berfluktuasi dari 13,2 sampai 26,5 juta hektar. Sumber daya
lahan pertanian tahun 2011(Ritung et all,2014). Perkembangan sejarah menaruh
perhatian pada penyelidikan terhadap dinamika kehidupan manusia dalam kaitannya
dengan peristiwa dan kejadian dimasa lalu . sejarah berkewajiban memberikan
penafsiran tentang masa lalu .jadi sejarah merupakan dasarnya sebuah bahasa
ide. Karena merupakan tafsiran . maka dapat dikatakan juga bahwa sejarah adalah
sebuah proses pemikiran yang diupayakan oleh manusia untuk memahami diri dan
lingkungannya melalui pemahaman akan kejadian –kejadian lampau dalam suatu
kerangka.(Frederick & soeroto(2005) menyatakan bahwa pemikiran sejarah paling tidak mengandung 3 (tiga)
unsure utama yaitu :
1. Waktu sebagai pangkal sejarah dengan
menerapkan unsur waktu maka amlampau akan dapat diukur secara tepat.
2.
2.Fakta
baik berupa keterangan yang bersifat abstrak maupun mutlak fakta merupakan
unsure penting guna menarik makna tertentu yang paling mendekati kebenaran
dalam nenahani masa lampau.
3.
Kaw
salinitas anatara beberapa kejadian dalam waktu yang bersamaan atau berurutan
pangungkapan hubungan sebab akibat akan menguraikan “ Kerumitan masa lampau
sehingga dapat menghasilkan pendapat tentang kaitan antara berbagai kejadian .
Dengan
analisis data pengideraan jaug (citra foto atau citra satelit ) berbagai objek
suatu wilayah dapat dilakukan dan ditarik garis batasnya dengan lebih teliti
berbdasarkan analisis data pengideraan jauh dari pada dilapangan (Lillesand et
all,2004).
Sejarah
pemetaan ilmu pengetahuan sudah lama dikenal namaun, menurut pencatatan sejarah
pemetaan merupakan sisitem informasi
pemenuhan kebutuhan merupakan kegiatn yang biasa nya harus dilakukan setiap
hari. Kebutuhan tersebut pada dasarnya
membutuhkan , pergerakan karena tidak tersedia ditempat kita berada. Dengan
adanya GPS untuk alat bantu navigasi , dengan menambahkan peta, maka bisa
digunakan untuk memandu pengguna , sehingga
penguna dapat mengetahui jalur mana yang sebaiknya diplih untuk mencapai
tempat –tempat wisata (Tamin, 2008).
B.SEJARAH
PEMETAAN
Sejarah pemetaan ilmu pengetahuan
didunia sudah lama dikenal .namaun, menurtut pencatatan sejarah pemetaan
pertama kali dikenal adalah ppemetaan grografis .pemetaan geografis .pemetaan
geografis menghasilkan sebuah peta geografis masa awal, manusia telah lama
menyadari pentingnya serta berharga nya peta untuk kehidupannya . bahkan
sejarah tentang pemetaan dapat ditelusuri dari 5.000 tahun yang lalu.dahulu
peta pada dasarnya merupakan alat yang digunakan untuk sedikit keperluan nyaitu
:
§
Bagi
pembuat peta , mereka dapat mencatatkan lokasi dari tempat-tempat yang penting
§
Bagi
yang lainnya , peta sebagai sumber pembelajaran tentang geografi daerah yang
dipetakan .
Abad
pertengahan , selama periode ini ada sedikit kemajuan dieropa dalam
peningkatkan ilmu pemetaan dan geografi karena peta –peta yang dihasilkan
didalam biasa – biasa ,fanastisme,keagamaan cenderung mendominan pemetaan salah
satu perkembangan uang menarik adalah pengguna prinsip bahwa yerussalem harus
berada ditengah peta didunia dan orient(Asia) dibagian atas peta .
Era
modern menggunakan system setelit dan teknik survey yag modern kartografer kini
mampu mengukur dan mematahkan dengan presisi dan konsisten yang sangat
tingsebagi hasinya , peta telah menjadi bagian yang sangat penting .sebaagai
besar bidang karya manusia (Stanford, 2001).
C.PEMETAAN
DIINDONESIA
Di idonesia masih dalam tahapan perkembangan , sehingga
masih sulit untuk dibandingkan dengan studi serupa di Negara- Negara eropa ,
bahkan bila dibandingkan dengan Negara asia Tenggara seperti, Malaysia dan
Singapura . perkemnbangan study Hi di Indonesia memiliki beberapa kelemahan
seperti , perspektif realis, yang berangkat dari kritik terhadap pemikiran
idealis yang berbahaya karena, terbukti gagal menciptakan perdamaian dan bahkan
meletus fasisime. Kelompok debat kekdua seperti neoliberal dan neorealist
merupakan suatu bentuk tirani akademis atas substansi . sementara kaum
strukturalis pada debat ketiga, terlalu mementingkan determinasi struktur dari
pafda unitnya pada kenyataan lain (Sudar sono, 1996).
D.
PERKEMBANGAN SAAT INI
Perkembangan pemetaan ini dimiliki
dengan menyatakan bahw abumi ini bulat oleh seorang yunani kuno’ untuk pertama kalinya sekitar
tahun 500 SM(sebelum Masehi ) .Orang tersebut dikenal dengan nama Phytoghoras Pada awalnya banyak ilmuan
yunani kuno yang tidak percaya sampainketika tahun 220 SM adalah Erasthotsnes mencoba pemikiran sederhana
dengan memanfaatkan dengan 2 buah sumur disua kota alexandria dan
Syene.menghitung kemiringan bayangan yang disebabkan sinar matahari dari
hasilperhitunga tersebut diketahui bahwa kelilingan bumi kurang lebih 40000KM,
berbeda 75 Km dari pengukuran Modern . Indonesia yang awalnya didirikan dan
dikembangkan dengan penyesuaikan kondisi hukum khas Indonesia .keebradaan BMT
di Indonesia pertama kali dipelopori
olej lembaga koperasi jasa keahlian teknosa yang didirikan pada tahun 1980
(North, 1996).
E.
FUNGSI –SUNGSI PETA
Pada dasarnya pemetan ini merupakan
pandanagan eropa dan perlu ditekankan bahwa perkembangan pemetaan tidak merata
disunia . walupun telah berlalu waktu yang sangat panjang banyak teknik
pengambaran peta yang dikembangkan dimasa awal dahulu masih digunakan saat
ini.perkembangan pemetaan ini merupakan sisitem informasi geografis adalah
salah satu system yang berbasis computer untuk menangkap , menyimpan, mengecek,
mengintegrasikan , memanipulasi dan mendisplay data dengan peta digital
(Turban, 2009).fungsi pemetaan hanya terdapat beberapa yaitu :
§
Menunjukkan
posisi atau lokasi relative ( letak suatu tempat dalamhubungannya dengan tempat
lain dimuka bumi).
§
Mengumpulkan
dan menselelksi data peta dari suatu daerah dan menyajikannya diatas peta
(dalam penyajiannya , menggunakan symbol sebagai wakil dari data tersebutm
dimana kartografer berharap simbol
tersebut dapat di mengerti oleh sipemakai peta (Said, 2010).
KESIMPULAN
Pada
kesimpulan ini dapat diketahui bahwa tentang sejarah pemetaan pada tulisan ini
merupakan suatu gagasan atau perasaan dengan menggunakan gambar, tulisan , peta
, dan grafik .pada awalnya pemetaa ini merupakan suatu kawasan atau luasan
tertentu. Yang dilakukan pada semua tanah bumi diwilayah pemetaan tersebut
.kegiatan pemetaan adalah gambar , tulisan , peta, grafik yang menunjukkan
hubungan antar elelmen pengetahuan .
DAFTAR PUSTAKA
§
Frederick
,W.H dan S.soeroto 2005.Pemahaman sejarah Indonesia sebelum dan sesudah
Revolusi ,LP3S; Jakarta 2(3) :3-7
§
Lillesand,
T.M.,R.W.Keifer,and J.W Chipman 2004. Remote sensing and I mage Interpretation
(5th Edition).jhon Wiley and sons new York 4(36) :36-60
§
Nofan,
T ,2008. Sistem Informasi Geografi pariwisata kota Yogyakarta berbasis mobile
Android 2.2.sekolah Tinggi ilmu manajemen informatika dan computer 11(1) :2-7
§
North,C,1996.Institutions,Institutional
Cahnge, and Economic performance, Cambridge ,MA : Harvard University Press 1
(1) :4-18
§
Said,
W. 2010. Orientalisme mengugat hegenomi Barat dan mendudukan Timur sabagai
Subjek. Yogyakarta : Pustaka Pelajar 8 (1) :22-50
§
Sudarsono,
Juwono 1996.perkembangan Studi Hubungan Internasional dan tantangan Masa
depan,Jakarta : jaya .22(1) :3-21
§
Stanford,2001.
Sejarah ,cita- cita dan pengaruhnya Komperensi asia Africa Bandung .Jakarta :
Idayu Press 2(1) :22- 60
.
§
Turban , Efrain.2009 .Decision Support system
and Intelligent system ,Penerbit andi, Yogyakarta. 6(1) : 6 -18
Tidak ada komentar:
Posting Komentar